Custom Search

Bagaimana

“Bagaimana hati bisa cemerlang,
Jika wajah semesta tercetak di hatinya?
Bagaimana bisa berjalan menuju Allah,
Sedangkan punggungnya dipenuhi beban syahwat-syahwatnya?
Bagaimana berharap memasuki hadhirat Ilahi sedangkan ia belum bersuci dari jinabat kealpaannya?
Atau bagaimana ia faham detil rahasia-rahasiaNya, sedangkan ia tidak taubat dari kelengahannya?”



Mengapa tidak bisa mandiri?

  • Kurang Percaya Diri
(orang yang kurang percaya pada dirinya adalah orang yang mengabaikan TUHANnya).
  • Malas
(terlalu berhobby menggantukan diri pada orang lain, alias pemalas, jadi tidak suka bekerja keras).
  • Simbiosis parasitisme
(Sukanya merepotkan orang lain)
  • Tidak punya rasa Pengertian
(artinya TIDAK TAHU MALU, alias sering malu-maluin)
  • Sering meminta-minta (pengemiz Kale)
(sering menerima tawaran/ajakan, so jarang memberi)

Mandiri Vs Egois


Hasil dari keMANDIRIan
bukanlah untuk DIR! SeNDiR! tapi berasal dari diri sendiri Sedangkan......
Hasil dari EGO!S adalah untuk dirinya SENDIR!



Sedih

Sedih bila...
Kita tidak bisa mengembangkan tanaman yang sudah tumbuh

Sedih bila ...

Kita tidak bisa membuahkan tanaman yang sudah tumbuh

Sedih bila ......

Kita
Tidak bisa merubah Lower menjadi Upper
Sedih bila kita tetap seperti kursi goyang, maju tidak mundurpun tidak

Sedih bila....
Tidak ada perubahan yang lebih baik

Sedih bila ....

Ada kebohongan yang disandiwarakan menjadi kejujuran

Sedih bila...

Tidak punya PEMIMPIN yang BIJAKSANA

Sedih bila ...
Punya PEMIMPIN yang kurang berTANGGUNG JAWAB
Sedih bila...
Tidak punya input hanya output saja
Bahkan
Sangat Sedih bila kita SALAH MEMILIH PEMIMPIN



Bahagia

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa
dikecewakan, depressi, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu
memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan
menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita?

Saya percaya kita akan menjadi orang yang
berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur
untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang
buruk.

kita bukanlah orang tanpa kekurangan, begitu pula
dengan pasangan kita,kita tidak bisa membentuknya
menjadi sosok tanpa cacat.. kita ingin menerima
setiap orang dalam hidup kita dengan segala
kekurangannya sebagaimana mereka menerima kita
dalam hidup mereka…

Masa lalu adalah untuk dilupakan, tidak ada kendaraan secanggih apapun yang mampu membawa kita kembali kesana, jadi untuk apa mengungkitnya lagi???

Syukuri yang anda peroleh sekarang...

Lupakan yang telah lewat.. dan Berbahagialah






Kemandirian (MANDIRI)

Mandiri itu sudah siap untuk LEPAS
Mandiri itu sudah siap untuk belajar bertanggung jawab;
Bertanggung Jawab pada diri sendiri, perilaku diri, ucapan diri, penglihatan diri, langkah diri.
Mandiri itu bukanlah sering meminum & menikmati keringat orang lain, terlebih keringat orang tua,
Jika semua itu dilakukan, sungguh alangkah kita TIDAK TAHU DIRI.
Mandiri itu memakan hasil keringat sendiri, dan
Jika dilakukan alangkah berSAHAJAnya kita didalam kehidupan ini.




Gantung

Boleh saja bergantung
Asal tidak keterGANTUNGan
Boleh saja tergantung
Asal tergantung pada Yang Maha Benar
Boleh saja bergantung
Asalkan sebagai MUTUALISME, bukan PARASITISME


:) --> :D --> :$ --> :( --> :p --> ;) --> :k --> :@ --> :# --> :x --> :o --> :L --> :O --> :r --> :y --> :t --> :s --> :~ --> :v --> :f --> :d --> :c --> :z -->

Kumpulan Komentar