Custom Search

Sedih

Sedih bila...
Kita tidak bisa mengembangkan tanaman yang sudah tumbuh

Sedih bila ...

Kita tidak bisa membuahkan tanaman yang sudah tumbuh

Sedih bila ......

Kita
Tidak bisa merubah Lower menjadi Upper
Sedih bila kita tetap seperti kursi goyang, maju tidak mundurpun tidak

Sedih bila....
Tidak ada perubahan yang lebih baik

Sedih bila ....

Ada kebohongan yang disandiwarakan menjadi kejujuran

Sedih bila...

Tidak punya PEMIMPIN yang BIJAKSANA

Sedih bila ...
Punya PEMIMPIN yang kurang berTANGGUNG JAWAB
Sedih bila...
Tidak punya input hanya output saja
Bahkan
Sangat Sedih bila kita SALAH MEMILIH PEMIMPIN



Bahagia

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa
dikecewakan, depressi, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu
memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan
menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita?

Saya percaya kita akan menjadi orang yang
berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur
untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang
buruk.

kita bukanlah orang tanpa kekurangan, begitu pula
dengan pasangan kita,kita tidak bisa membentuknya
menjadi sosok tanpa cacat.. kita ingin menerima
setiap orang dalam hidup kita dengan segala
kekurangannya sebagaimana mereka menerima kita
dalam hidup mereka…

Masa lalu adalah untuk dilupakan, tidak ada kendaraan secanggih apapun yang mampu membawa kita kembali kesana, jadi untuk apa mengungkitnya lagi???

Syukuri yang anda peroleh sekarang...

Lupakan yang telah lewat.. dan Berbahagialah






Kemandirian (MANDIRI)

Mandiri itu sudah siap untuk LEPAS
Mandiri itu sudah siap untuk belajar bertanggung jawab;
Bertanggung Jawab pada diri sendiri, perilaku diri, ucapan diri, penglihatan diri, langkah diri.
Mandiri itu bukanlah sering meminum & menikmati keringat orang lain, terlebih keringat orang tua,
Jika semua itu dilakukan, sungguh alangkah kita TIDAK TAHU DIRI.
Mandiri itu memakan hasil keringat sendiri, dan
Jika dilakukan alangkah berSAHAJAnya kita didalam kehidupan ini.




Gantung

Boleh saja bergantung
Asal tidak keterGANTUNGan
Boleh saja tergantung
Asal tergantung pada Yang Maha Benar
Boleh saja bergantung
Asalkan sebagai MUTUALISME, bukan PARASITISME


Pahit Yang bukan lagi PAHIT


Pahit
SEJATI adalah PAHIT sebagai OBAT :D
Pahit yang TIDAK PASTI adalah PAHITnya RACUN
Ketika Pahitku, pahitmu, dan pahitnya sudah berbeda,
Adakah RAMUAN yang menjadikan pahit itu hanya


"SATU PAHIT"???


Selain KESOMBONGAN DIRI....??


Belum bisa ku meramu ITU,
karena kubukanlah ahli PERAMU,
Belum bisa ku mengaduk ITU,
karena kubukanlah ahli NURANI yang IKHLAS,
Belum bisa ku menuangkan ITU,
karena ku belum bisa BIJAK,

Dimana lagi kudapatkan keSEMPURNAan itu?
Selain kePAHITanmu.........









Sukses

"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu
kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari
kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana
Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan
dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan." (QS. Al-Qashash: 77)

"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari orang mukmin yang lemah." (Al-Hadist)

Kita diciptakan oleh Allah bukan untuk menjadi
pecundang, tapi kita telah disiapkan oleh Allah, berpotensi untuk
sukses. Tidak hanya pada ukuran dunia tapi juga untuk ukuran akhirat.

Rasulullah tidak hanya di akhirat tapi didunia
juga sukses. Beliau tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Usia 12
tahun sudah melakukan perjalanan untuk berdagang dan pada usia 25 tahun
telah menjadi seorang pemuda yang bermutu akhlaknya dan terpercaya
pribadinya.

Rasul merupakan pemuda yang sukses, karena pada
saat memberikan mas kawin atau mahar pada Siti Khodijah, Rasul
memberikan sebanyak 20 ekor unta muda yang artinya pada saat itu telah
menjadi seorang pengusaha kaya raya yang sangat sukses.

Untuk menjadi pribadi yang sukses maka kita harus
"tenang" karena keyakinan akan adanya kekuasaan Allah. Lalu,
"terencana" dalam melakukan sesuatu, baru "tawakal". Kemudian
"terampil" dalam berkerja; "tertib" dalam kehidupan; "tekun" dan
"istiqamah" dalam mengatasi kejemuan; "tegar" dan sabar dalam menerima
musibah dari berbagai macam kejadian; "tawadhu" atau rendah hati,
karena kesombongan merupakan sarana yang paling efektif untuk
menjatuhkan martabat kita.

Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil
meyakini semua ini adalah milik Allah, yang membuat kita menjadi
tawadhu dan rendah hati, terus-menerus membersihkan hati dan terus
meningkatkan kemampuan untuk mempersembahkan yang terbaik, yang
terlihat dari kemuliaan akhlak dan sempurnanya amal dengan hati yang
ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan
akhirat.

aa-gym




Kedewasaan

Belajar Dewasa Apa salahnya sich, so siapa yang salah?? ..
Aku ingin belajar dewasa dalam hal:berfikir, emosi, berprilaku,menghargai orang, berkarya.
* Dewasa dalam
berfikir: selalu ber
POSITIVE THINKING
* Emosi yang Dewasa: Bisa mengendalikan Emosi
* Prilaku yang Dewasa : Selalu menghargai orang, tidak banyak bicara n bercanda, flexible, tanggung jawab, mengerti, memahami orang dengan mengabaikan EGO DIRI.
* Karya yang Dewasa : Inovatif, kreative, mandiri

:) --> :D --> :$ --> :( --> :p --> ;) --> :k --> :@ --> :# --> :x --> :o --> :L --> :O --> :r --> :y --> :t --> :s --> :~ --> :v --> :f --> :d --> :c --> :z -->

Kumpulan Komentar